Rabu, 30 April 2014

Dua Alyssa

Kini aku menyebutnya sebagai surat bukan puisi. Untuk Alyssaku Terkasih.

Selamat subuh Alyssa..

Tahun kedua sudah kamu beradaptasi dengan hidup
Barangkali dua tahun ini
Tak ada yang bisa kamu ingat
Ketika kelak hidup terlalu pelit memberi waktu untuk melamun

Semoga surat pertama dan keduaku membantu lajunya jalan ingatan yang meski tak jua memberi ingatan utuh tentangmu di hari ini, namun setidaknya aku harus memberi tahu bahwa: setiap inci gerakmu adalah kebahagiaan, percayalah!

Padahal semesta tahu
Nafasmu saja sudah menjadi anugerah kami
Kami yang menemanimu sejak lahir sampai entah

Alyssa, usiamu kini tak penting
Tapi dua adalah angka yang adil
Mulailah duamu dengan selalu menerima
Tak perlu baik dan buruk pun salah dan benar
Cukup terima
Dan sebagai kekuatan atas penerimaanmu
Kamu perlu meminta pada apa yang nanti kamu yakini
Semoga..


Selamat ulang tahun Alyssa Putri Salsabila..





Kamar,
2014

Kamis, 12 Desember 2013

Satu untukmu, Alyssa..

Puisi ini sengaja saya buat untuk Alyssa Putri Salsabila sebab pada tanggal sembilan belas bulan maret tahun dua ribu tiga belas, ia tepat berusia satu tahun.


Selamat subuh, Alyssa..
Sembilan belas maret dua ribu dua belas
Hari itu, genap satu tahun yang lalu
Kamu hadir mendahului fajar


Alyssa, ketika kamu dalam perjalanan ke dunia
Semesta seolah-olah riuh bersiap diri menyambut kebahagiaan
Embun sisa  malam tak ingin lekas kering
Mereka ingin menyambutmu dengan udara yang sejuk
Kemegahan gelap langit seperti sengaja tak buru-buru pergi
Sengaja menjadi saksi kelahiranmu
Bahkan tepat saat kamu melongokan kepala
Suara adzan subuh berdendang merdu, merdu sekali
Seakan-akan turut memeriahkan kedatanganmu

Alyssa, semesta sudah memberi petanda
Bahwa kamu adalah maha anugerah
Seseorang yang istimewa
Sebab bukan lagi seluruh keluarga yang menyambut kehadiranmu
Tapi semesta pun
Kelak kamu akan membuat nyata tanda-tanda yang diberikan semesta
Lewat perilaku dan ucapanmu
Semesta tidak pernah keliru
Semoga....


Selamat ulang tahun Alyssa Putri Salsabila.





Kamar,
2013

Kamis, 15 Agustus 2013

Belajar Filsafat

Biar saja kita serupa abad sebelum masehi
Kau adalah Socrates
Sedang aku adalah kaum Sophis
Dan kita menjadi bagian dari cerita kebanyakan
Klasik seperti kisah Yesus

Maka buktikanlah cintamu padaku
Dengan ukiran huruf - huruf yang kau pelajari
Dengan kata - kata yang telah kuberi
Agar kisah kita tak menjadi misteri
Seperti kebenaran kitab - kitab suci

Setelah itu aku ingin kau mati
Atas filsafat - filsafatmu
Menjadi sebuah drama
Lalu tak ada yang menjadi seperti Plato
Mengarang buku atas nama kita

Dan aku memang benci Socrates
Dia pantas dihukum mati
Karena ia telah melahirkanmu

Aku membenci diriku sendiri.....






Kamar,
13 Agustus 2013

Minggu, 10 Maret 2013

Lelaki yang Terduga


Kepada lelaki yang terduga
Kamu tidak perlu berpura-pura menjadi monster
Aku sudah menduga kamu, menduga bayanganmu
Kata menjembatani kita

Sampai pagi ini kamu berbaring disampingku
Mengucap selamat pagi diiringi kecup kening yang sungguh manis
Hidup harus tahu
Ada monster yang lelah menopang kepalanya
Ia butuh hati

Kepada lelaki yang terduga
Aku punya hati
Hati yang sudah menduga kamu sejak dulu
Hati yang meninggalkan kepalanya pada kamu

Hidup harus tahu
Kepala dan hati kami sudah bersenggama
Saling memeluk
Dan hidup membisikkan kami: Nikmatilah! Kalian tidak bisa lagi saling menduga

Senin, 29 Oktober 2012

Salam kenal, Khaila


Salam kenal, Khaila
Kemarin senja, seseorang menceritakan kamu. Seseorang yang menyayangi kamu tanpa tahu harus bagaimana..
Seperti kamu yang ingin berbicara tentang kegelisahan tanpa kamu tahu bagaimana memulainya, selain dengan bungkam dalam marah dan tangis..


Aku harap kita bisa bertemu
Ada yang ingin aku bisikkan, rahasia kesendirian
Jangan takut Khaila
Aku akan menikmati kemarahanmu

Jika hari ini bonekamu membosankan
Menangislah
Jangan takut..
Jika hari ini kamu merasa dunia membangunkanmu dengan semena
Kamu harus marah
Lalu aku mengelus ubun-ubunmu

Tidurlah Khaila
Hari ini kamu sudah terlalu lelah
Esok akan baik-baik saja
Kemarahan akan menjadikan kamu cerdas
Kecerdasan yang kelak meredam kemarahanmu
Tenanglah Khaila
Kesendirian tidak ada lagi yang sendiri





2012

Minggu, 14 Oktober 2012

Melebihi Kata (II)


Puisi ini keisengan yg berangkat dari obrolan tengah malam di Ym. Awal puisi ini dimulai oleh Mas We. Lalu saya memberikan dua respon, versi I yang katanya terlihat seperti “tanggapan” dan versi II yang  katanya terlihat seperti “lanjutan”. Kolaborasi puisi pendek yang spontanitas, ya begitulah saya menyebutnya. Dan malam ini baru dapet ijin dari Mas We untuk dimuat ke blog saya. 



Aku membaca dan menulismu

Antara resah dan malam basah yang selalu menyapu kisah semanis kata-kata yg menumpah di dada

Aku lacur dalam perbuatan

Aku kupak dari setiap kata, tawa dan air mata

Langkah yang kering membawaku pada kemesraan malam dan menyerahkanku pada kesementaraan


Mungkin semua itu bagian dari peranku

Aku cuma seorang pemalu yang pintar bikin orang mau

Segala lacur dan kupak yg kupunya, aku rangkai menjadi senjata

Setidaknya senjata itu berhasil membawaku pada kemesraan kesementaraan

Aku bebas bahagia menikmatinya sebelum aku dalam ketidakbebasan berbahagia






Kamar dan kamar,
21 September 2012

Melebihi Kata (I)


Puisi ini keisengan yg berangkat dari obrolan tengah malam di Ym. Awal puisi ini dimulai oleh Mas We. Lalu saya memberikan dua respon, versi I yang katanya terlihat seperti “tanggapan” dan versi II yang  katanya terlihat seperti “lanjutan”. Kolaborasi puisi pendek yang spontanitas, ya begitulah saya menyebutnya. Dan malam ini baru dapet ijin dari Mas We untuk dimuat ke blog saya.



Aku membaca dan menulismu

Antara resah dan malam basah yang selalu menyapu kisah semanis kata-kata yg menumpah di dada

Aku lacur dalam perbuatan

Aku kupak dari setiap kata, tawa dan air mata

Langkah yang kering membawaku pada kemesraan malam dan menyerahkanku pada kesementaraan


Yang kamu sebut kesementaraan adalah waktu yang dibuat bersama

Kepekaan membawa kesepakatan tanpa kesadaran

Tidurlah,

Biar aku genapkan perbuatanmu yg lacur, katamu yg kupak, juga tawa dan air mata

Kamu tidak harus melulu membaca dan menuliskan ku

Cukup kamu tahu tidak perlu mengerti







Kamar dan kamar,
21 September 2012