Rabu, 04 Juli 2012

Dara Muda

Gemerlap dunia menos

Menidurkan kami sang Dara Muda

Dalam tarian indah

Melayang pada abad 21

Minimalitas andalan gaya masa modern

Otak yang minim menjadi daya tarik sang era

Ditengah aku beradab melampaui kemampuan bijak

Kami ringkih melukis keinginan demi keindahan hidup

Kebutuhan menjadi gagasan utama keinginan

Kekalahan mengendalikan nafsu hal biasa yang kami pertontonkan

Merayu kepalsuan menjadi hak paten panggung kehidupan

Merangkai nafsu berkemasan alasan

Inilah masa kami, kami sang Dara Muda







Gandaria,
17 Juli 2010

Minggu, 24 Juni 2012

Lolipop


Semuanya saya simpan dikamar 

Saya titip ke kasur, lemari, juga cermin

Mereka cuma bisa diam

Saya yang berimajinasi 

Mereka terlihat pilu kalau kalau saya menangis

Tapi mereka cukup mengerti, kalau kalau saya cuma bisa titip ke mereka

Jadi mereka cuma bisa diam pilu 

Lagi, saya yang berimajinasi

Lemari bilang "lepas semuanya, nanti orang luar melihat kamu", saya meraung raung

Semakin saya lepas, mereka girang 

Mereka tau diluar itu tidak ada yang seperti mereka, yang mengerti keadaan saya

Kasur bilang "rasakan sakitnya lalu buang ke aku", saya termangu ngamuk

Semakin saya mengamuk, mereka girang

Mereka tau diluar itu tidak ada yang seperti mereka, diam tapi menenangkan saya

Ketika saya diam, cermin bilang "jangan diam, harusnya kamu ngaca tolol", saya ngaca mencoba topeng hidup satu persatu 

Berhenti di satu topeng senyum, Ibu memanggil saya dari luar

Saya keluar kamar dengan topeng 

Saya bilang "terimakasih bu", ibu beri saya lollipop dengan sumringah 

Dia hafal betul kesukaan saya

Setelah itu dia pergi, dia selalu tidak sempat melihat air muka saya ketika serta merta saya mengunyah habis batang lollipop


                                                                                                            
  



Kamar,
27 Desember 2011

Selasa, 19 Juni 2012

Yang Sudah

Saya menyudahi yang dimulaipun belum
Kamu menangis karna saya sinis
Malam ini saya kembalikan tangisanmu karena keadaan saya kritis
Harusnya malam ini saya sudah pulas
Tapi malam terlihat culas sebab perasaan saya jelas sedang beringas
Baikmu baru aku rasa ketika kita beda ruang
Ini sesal tak kunjung reda, mau melibatkan Tuhan pun rasa-rasanya segan
Saya malu. Saya merindu sampai tersedu-sedu, ditemani malam yang sendu


Saya menyudahi yang dimulaipun belum
Bukan keliru kalau kamu acuh
Saya yang rusuh
Biar sekarang saya yang lesuh







Kamar,
19 Januari 2012