Kamis, 21 Agustus 2014

Puisi-nya

Dengar seguk-seguk tangisku, berasal dari kegelisahan mobil ambulans.
Alunan iramanya tercipta oleh tuktiktaktiktuk suara sepatu kuda yang ditutup matanya.
Jangan kau ramalkan seberapa dalam kesedihanku, kau tak mampu.
Kau tak pernah mampu sampai ke dasar hatiku yang dalamnya sedalam ketakutan anak yang dicambuk Ibu jika nilai ujian berangka dua.


Sejak dulu, selalu ada sembilu yang rasanya teramat ngilu.
Rasanya kerap kuungkap dalam bunyi-bunyi tangis yang menggetarkan dada.
Coba kau dengar keindahan nyanyian tangisan ini, tentu kau bergembira hati sebab katamu aku lebih baik bernyanyi tangis daripada berdiam gagu.





Kamar,
19 Agustus 2014